Selasa, 17 Maret 2015

Kalimat Present Progressive

Positif  :
(+) He is writing a letter now
(+) Keyla is walking to school

Negative :
(-) She is not writing a letter now
(-) Keyla is not walking to school

Question :
(?) Is she writing a letter now?
(?) Is Keyla walking to school?

Jumat, 13 Maret 2015

Bahasa Inggris Bisnis 2 ( Tugas 1 )

(Number 11-17) Page 9
11. Music consist of pleasant sounds. = (no change)
12. Pesticides destroy insects. = (no change)
13. Dust travel through the air. = (no change)
14. The front page of a newspaper contain the most important news of the day. = The front page of a newspaper contains the most important news of the day.
15. Water freeze at 32 0 F (00C) and boil at 212 0 F (1000C). = (no change)
16. Ms. Taylor never cross the street in the middle of a block. She always walk to the corner and use the pedestrian walkway = (no change)
17. Many parts of the world enjoy four seasons: spring, summer, autumn, and winter. Each season last three months and bring changes in the weather = (no change)

Kamis, 18 Desember 2014

BROWNIES WORTEL

Bahan :
- 150 gram margarin
- 200 gram coklat batang, dipotong-potong
- 150 gram wortel ( parut halus)
- 3 butir telur
- 100 gram gula pasir
- 120 gram tepung terigu
- 1/2 sdt baking powder

Cara membuat :
1. Panaskan margarin, tambagkan potongan coklat masak lalu aduk sampai coklat larut angkat dan biarkan kental
2. Kocok telur dan gula pasir sampai larut, masukan campuran margarin dan wortelwortel kocok hingggaratahingggarata
3. Tambahkan tepung terigu dan baking powder sambil di ayak dan di koco rata
4. Tuang adonan di loyang yang sudah di oles margarin dan alas kertas roti
5. Masukan ke dalam oven selama 35 menit dengan suhu 180oC

Jumat, 12 Desember 2014

SURAT MENYURAT

A. Arti dan fungsi surat
      Sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pernyataan maupun infomasi secara tertulis dari pihak satu ke pihak lainnya, penyampaian secara tertulis tersebut disebut bahasa surat.
     Fungsi surat sebagai alat bukti karena surat secara tertulis, sebagai alat komunikasi bagi masyarakat,bukti sejarah atau suatu organisasi.

B. Syarat-syarat surat yang baik
  • Memiliki pengetahuan tentang surat menyurat dan administrasi
  • Menguasai bahasa yang baik dan bahasa tulisan
  • Menguasai permasalahan yang hendak di tulis atau di bicarakan
  • Memperhatikan sopan santun 
  • Menuliskan isi yang lengkap
  • Menuliskan secara objektif
  • Menuliskan secara praktis 
  • Menyusun secara siistematis dan menggunakan kaidah-kaidah korespondensi yang berlaku umum
  • Menuliskan jelas kepada siapa, darimana,tentang apa.
  • Menggunakan wujud yang menarik ( mutu kertas , bentuk surat, ketikan dan lain-lain
C. Bahasa surat  
  • Bahasa atau kalimat yang digunakan harus jelas dan unsur-unsur subjek,predikat, keterangan lainnya 
  • Nada surat harus simpatik,luwes,lugas 
  • Tidak menggunakan bahasa berulang dan berbelit 
  • Menggunakan EYD 


D. Bagian-bagian surat
1. Kepala Surat/ Kop Surat
  • Logo atau lambang dari sebuah instansi, lembaga, perusahaan atau organisasi,
  • Nama instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut, 
  • Alamat instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut, 
  • Nomor telepon, kode pos, alamat email atau alamat web.
2. Tempat dan Tanggal Surat
3. Nomor Surat
4. Lampiran
5. Hal
6. Alamat Dalam
  • Kata "kepada" pada alamat dalam sebenarnya tidak harus ada. Kata "kepada" dirasa berlebihan karena sudah ada kata "YTH/ yang terhormat"
  • Menggunakan kata "Yang terhormat" yang bisa disingkat menjadi "YTH"
  • Menggunakan kata "Bapak", "Ibu" atau "Sdr" jika yang dituju adalah seseorang bukan nama instasi. Kata "Bapak, Ibu, Sdr" selalu ditulis dengan huruf kapital diawal kata dan diikuti oleh nama orang.
  • Di setiap bari pada bagian alamat dalam tidak diakhiri oleh tanda titik.
  • Menuliskan alamat orang atau lembaga yang dituju, lengkap lebih bagus.
7. Salam Pembuka
8. Isi Surat

  • Pembuka
  • Isi
  • Penutup
9. Salam Penutup
10.Nama Jelas Pengirim dan Tanda
11. Tembusan




Sumber :
Buku Ali dan Tanzili ( Pedoman lengkap menulis surat )
http://www.zonasiswa.com/2014/01/bagian-bagian-surat-penjelasan-contoh.html


MENULIS LAPORAN ILMIAH

A. Pengertian Menulis Ilmiah 

Cara ilmuwan berkomunikasi satu sama lain, Komunikasi yang baik bisa membuat mengerti apa yang dimaksud oleh komunikator. Dengan demikian penulis harus lebih dahulu memahami apa yang akan disampaikan kepada pembaca sebelum menuangkan gagasannya ke atas kertas.


B. Macam-macam Laporan Ilmiah 
  1. Laporan Penelitian 
  2. Skripsi 
  3. Tesis
  4. Disertasi
  5. Surat Pembaca 
  6. Laporan Kasus 
  7. Laporan Tinjauan 
  8. Resensi 
  9. Monograf 
  10. Referat
  11. Kabilatisasi 
C. Jenis-jenis Laporan ilmiah 
  • Observasi 
Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik

  • Eksperimen 
Eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam melakukan eksperimen peneliti memanipulasikan suatu stimulan, treatment atau kondisi-kondisi eksperimental, kemudian mengobservasikan pengaruh yang diakibatkan oleh adanya perlakuan atau manipulasi tersebut.

  • Wawancara

Pengambilan data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumberdatanya, baik melalui tatap muka atau lewat telephone, teleconference. Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.


D. Tujuan Menulis Laporan Ilmiah 
  • Mendaftar hal-hal yang perlu ditulis, berdasarkan topik yang dipilih 
  • mMenentukan gagasan yang akan dikembangkan dalam karya tulis ( berdasarkan penelitian dan pengamatan)
  • Menyusun kerangka karya tulis 
  • Mengembangkan kerangka menjadi karya tulis dengan dilengkapi daftar pustaka dan catatan kaki sesuai dengan pedoman
  • menyunting karya tulis sendiri atau karya orang lain 
  • Memperbaiki pemakaian tanda baca dan ejaan sesuai dengan EYD pada karya tulis 




sumber :
Buku Etty Indriati,Ph.D. (Menulis Karya Ilmiah)
Buku Erwan Juhara (Cendekia Berbahasa)
http://mastarmudi.blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html 
http://belajarpsikologi.com/metode-pengumpulan-data/

Selasa, 11 November 2014

Metode Ilmiah

Pengertian metode ilmiah 
Merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis ilmuwan melakuakan pengamatan serta membentuk hipotesis untuk menjelaskan 

Tujuan mempelajari metode penulisan ilmiah 

  • Penyusunan karya ilmiah memberikan manfaat baik bagi penulis maupun bagi masyarakat 
  • Penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah harus membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang akan diteliti.
  • Penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber.
  • Penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.

Sikap Ilmiah 
Penulis karya ilmiah sepatutnya memiliki sikap-sikap ilmiah agar karyanya dapat dipertanggung jawabkan, baik kepada masyarakat maupun diri sendiri.
Menurut Brotowidjoyo, orang yang berjiwa ilmiah adalah irang yang memiliki sikap ilmiah :

  • Sikap ingin tahu diwujudkan dengan selalu bertanya-tanya tentang berbagai hal.
  • Sikap kritis direalisasikan denan mencari informasi sebanyak-banyaknya .
  • Sikap terbuka dinyatakan dengan selalu bersedia mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain.
  • Sikap ojektif diperlihatkan dengan cara menyatakan apa adanya.
  • Sikap rela menghargai karya orang lain diwujudkan dengan mengutip dan menyatakan terima kasih atas karangan orang lain.
  • Sikap berani mempertahankan kebenaran diwujudkan dengan membela fakta atas hasil penelitiannya.
  • Sikap menjangkau ke depan dibuktikan dengan sikap “fiuturistik” yaitu berpandangan jauh,mampu membuat hipotesis dan membuktikan,bahkan mampu menyusun suatu teori baru.

Langkah-langkah pelaksanaan penulisan ilmiah 

  • Studi Kepustakaan Sebelum melakukan studi perpustakaan, harus menentukan topik apa yang ingin diteliti. Pada perpustakaan modern kita bisa melakukan pencarian dengan subjek yang sesuai dengan topik yang akan dibahas.
  • Perumusan Ide/Permasalahan Adalah bagian dari pengantar, merumuskan permasalahan penelitian akan lebih baik hasilnya bila dilandasi dengan studi kepustakaan yang memadai. Perumusan masalah yang baik harus diberi konteks sebelum masalah dipaparkan dan alasan adalah penelitian dikemukaan.
  • Perumusan hipotesis Hipotesis dirumuskan berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan hasil penelitian yang diharapkan. Menurut (Loeke, Spirduso,dan Silverman, 1987; dalam Rudestan & Newton,1992) hipotesis yang baik harus :
  • Bebas dari arti ganda
  • Mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih 
  • Berimplikasi tes empirik 
Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik 

Hal ini berguna untuk memppersiapkan,memperbaiki, menambah, dan mengurangi variabel yang akan dikumpulkan selama penelitiaan. Sebaiknya perumusan hasil yang diharapkan dilakukan dengan membuat tabel-tabel. Hal ini membantu format pengumpulan data dan pemasukan data ke komputer sebagai data base yang akan diolah lebih lanjut 




Sumber : 
www.wikipedia.org
Etty Indriati.Menulis Karya Ilmiah.Jakarta:PT.Gramedia Pustaka Utama,2001.

Prof.Dr.Zaenal Arifin.Dasar-dasar penulisan karya ilmiah

Selasa, 21 Oktober 2014

BERPIKIR DEDUKTIF

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Adapun jenis-jenis dalam penalaran deduktif ada 4 yaitu :
  • Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
  • Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
  • Silogisme Alternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
  • Entimen = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan
1. Silogisme Kategorial 
Adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). 

Contoh :
-   Semua tumbuhan membutuhkan air (Premis Mayor).
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
    Akasia membutuhkan air (Konklusi).

-   Semua makhluk hidup membutuhkan makan
    Hewan adalah makhluk hidup
    Hewan membutuhkan makan

2. Silogisme Hipotesis 
Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh :
My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Udara tidak ada.
K     : Jadi, Makhluk hidup akan mati.

My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Makhluk hidup itu mati.
K : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.

3. Silogisme Alternatif
Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.  Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh
My : Mirzal berada di Lenteng Agung atau Depok.
Mn : Mirzal berada di Lenteng Agung.
K     : Jadi, Mirzal tidak berada di Depok.

My : Mirzal berada di Lenteng Agung  atau Depok.
Mn : Mmirzal tidak berada di Depok.
K     : Jadi, Mirzal berada di Lenteng Agung.

4. Silogisme Entimem
Adalah silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh:
- Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam kuis itu.
- Anda telah memenangkan kuis ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.





sumber : 
http://ditaariska.blogspot.com/2013/04/silogisme-kategorial-silogisme.html 
http://wikipedia.com